<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2861">
 <titleInfo>
  <title>Hukum Properti</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Robensjah Sjachran</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kencana Prenada Media</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 292 hlm., 23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku berjudul Hukum Properti: Karakteristik Perjanjian Jual Beli Properti dengan Sistem Inden yang berada di tangan pembaca ini membahas dengan lugas dan mendalam kondisi penjualan properti dengan sistem inden (pre project selling) yang objeknya belum ada atau belum sempurna (uncompleted building), khusus-nya dalam kawasan hunian rumah tapak di Indonesia, yang dikemas dalam wujud Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atau perjanjian akan melangsungkan jual beli. Pada dasarnya PPJB bukan perjanjian pendahuluan (preliminary agreement), akan tetapi sudah tergolong sebagai sebuah perjanjian atau kontrak, karena di dalamnya sudah terkandung hak dan kewajiban para pihak.&#13;
&#13;
Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 (UUPA) sebagai aturan induk tentang pertanahan di Indonesia, pada dasarnya cenderung lebih banyak dipenga-ruhi oleh hukum administrasi, walaupun memiliki aspek-aspek perdata karena mengatur beberapa hak atas tanah yang menjadi objek dari perbuatan-perbuatan perdata. Akibatnya, ketentuan-ketentuan di dalam Hukum Tanah Nasional bersifat kurang fleksibel kalau dikaitkan dengan urusan bisnis yang sering kali membutuh-kan terobosan-terobosan sesuai tuntutan kebutuhan pasar. Pola ini tentu saja akan memengaruhi bisnis pemasaran perumahan yang sedang dibangun oleh devel-oper yang memang kebanyakan menempuh cara sedini mungkin melakukan penawaran kepada konsumen propertinya. Jual beli properti dengan sistem inden tidak memperoleh tempat dalam kerangka hukum UUPA yang didasari oleh prinsip hukum adat &quot;perbuatan yang dilakukan secara tunai (kontante handeling)&quot;, sehingga developer dan konsumen properti menjalin hubungan hukumnya. dengan berlandaskan kepada prinsip kebebasan berkontrak dan memanfaatkan sifat terbuka Buku III Burgerlijk Wetboek.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Hukum Kepemilikan/Hak milik Pribadi</topic>
 </subject>
 <classification>346.04</classification>
 <identifier type="isbn">9786232187849</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STIKes Sumber Waras Perpustakaan STIKes Sumber Waras</physicalLocation>
  <shelfLocator>346.04 SJA h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">260537</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>346.04 SJA h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>images-_1_.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2861</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-18 13:40:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-18 13:41:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>